MEA : INI PERSIAPAN EKSPOR BARANG

Dalam blue print MEA dimuat rencana aksi dan target hingga tahun 2015. Salah satunya adalah: pasar tunggal dan basis produksi regional: arus barang, jasa dan investasi bebas, tenaga kerja yg lebih bebas, arus modal yang lebih bebas, priority integration sector, serta pengembangan sektor food agriculture – forestry.

Persiapan apa saja yang sudah dilakukan kalian para entrepreneur? Sudahkah tentukan jadi pengekspor atau pengimpor? Apapun pilihan kita, yang tidak boleh dilewatkan adalah tahapan persiapannya. Bagaimana tahapan dalam persiapan ekspor dan impor dalam MEA? Berikut tahapan yang perlu dipersiapkan: miliki badan hukum, miliki NPWP, punyai salah satu izin yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti: Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan, Surat Izin Industri dari Dinas Perindustrian, Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Memiliki Angka Pengenal Ekspor (APE).

Selain persiapan legalitas di atas, yang perlu pebisnis perhatikan adalah pemilihan bentuk eksportir, apakah dalam bentuk produsen atau bukan produsen. Tentukan jenis eksportir karena berpengaruh pada syarat yang harus ditempuh pebisnis. Sebagai eksportir bukan produsen untuk memperoleh legalitas sekurangnya memenuhi persyaratan yang ditetapkan, yaitu mengisi formulir isian yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi dan instansi teknis yang terkait memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan, memiliki NPWP dan memberikan laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindag atau instansi/pejabat yang ditunjuk (setiap tiga bulan) yang disyahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan perbankan, tidak terlibat masalah kepabeanan. Syarat bagi eskportir produsen tidak jauh berbeda hanya pada izin usaha jika pada eksportir non produsen izinnya berupa izin perdagangan. Sedangkan izin eksportir produsen yang harus dimiliki adalah izin industri.

Nah, bagaimana entrepreneur? Sudah tentukan arah bisnis kalian di MEA? Jadi eksportir produsen atau bukan produsen? Pilihan ada di tangan kalian, lengkapi persyaratannya dan ikuti tahapan prosedurnya. Repot memang jika hanya dilihat dari segi biaya dan tenaga saja, tapi jika indikatornya adalah keamanan berbisnis dan perlindungan hak dan kewajiban termasuk profit di dalamnya tentu pengurusan syarat ini bukan menjadi hal yang sulit.

Sumber : strategidanbisnis.com

Alifattiinam-185

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "MEA : INI PERSIAPAN EKSPOR BARANG"