kopi arabika dapat produksi panjang

Produksi tanaman arabika Jawa Barat berpeluang dikembangkan secara umum sehingga dapat dipanen sepanjang tahun. Para pekebun berpeluang memperoleh penghasilan lebih kontinyu. Peluang tersebut muncul, ketika sejumlah tanaman kopi arabika Lini S 795 yang dibudidayakan di halaman Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat di Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Bandung, dapat berproduksi sepanjang tahun.

Kepala BPTP Pasirjati, Dede Wahyu Rabu (4/1/2017) menunjukkan sejumlah tanaman kopi arabika yang sudah lebih dahulu berproduksi dan banyak yang sudah memperoleh kematangan buah berwarna merah. Padahal secara umum pada Januari 2017 ini produksi untuk tahun ini masih berwarna hijau dan banyak yang masih dalam proses pembungaan. Menurut dia, biasanya panen kopi arabika memperoleh panen selama 6-8 bulan, tetapi kini melalui kopi yang ditanaman di BPTP Pasirjati, menjadi mampu 10-12 bulan.

Fenomena ini jika dikembangkan secara teknis, sangat berpeluang berbagai tanaman kopi arabika di Jawa Barat umumnya dapat panen sepanjang tahun. Ditunjukkan, sejumlah tanaman kopi arabika yang sudah mampu berproduksi sepanjang tahun, semuanya masih dari varietas Lini S 795. Namun, untuk yang berasal dari varietas Sigararutang, belum ada yang berproduksi karena umurnya belum mencukupi. Soal teknisnya, kata Dede Wahyu, sebenarnya sederhana, yaitu kombinasi peningkatan kecukupan pasokan air disertai penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dalam perawatan tanaman. “Ini terutama manfaat menggunakan benih-benih kopi yang disertifikasi pemerintah,”ujarnya.

Dicontohkan, pengendalian hama penggerek buah, pengendalian hama ulat, dll, secara ramah lingkungan menggunakan jamur Beauveria bassiana (Bb) berbahan baku jagung. Cara ini ternyata mampu mengembalikan keseimbangan alam serta mengendalikan hama ulat, sehingga merangsang proses pembungaan lebih baik dan kontinu. Soal teknis pembuatannya bagi para petani menggunakan Beauveria bassiana, rutin dilakukan melalui instalasi milik balai, misalnya di Garut.

Pengendalian hama menggunakan bahan-bahan alami tersebut, semakin banyak diminati sehingga kesehatan tanaman kopi arabika di Jawa Barat, semakin baik. Hanya, kata Dede Wahyu, untuk menyosialisasikan teknis agar tanaman kopi arabika mampu berproduksi sepanjang tahun, diperlukan sosialisasi lanjutan. Namun, masih perlu didata pula, sejumlah kawasan yang kondisi lingkungannya lebih mendukung, agar uji coba dan penerapan teknisnya dapat berkembang. Disebutkan, karena sosok tanaman kopi arabika di Jawa Barat semakin terkenal kini menjadi bahan fotografi menarik. Begitu pula tanaman kopi di lahan BPTP Pasirjati kini sering menjadi objek selfie oleh banyak kaum wanita terutama hari Sabtu dan Minggu.

Sumber : wirausahabarujabar.com

Alifattiinam-185

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "kopi arabika dapat produksi panjang"