cara agar usaha desa bisa maju

No comment 7 views

Mengelola usaha komunitas di desa , tentunya tidak semudah mengelola usaha sendiri. Banyaknya potensi yang bisa dikembangkan membuat kita jadi bimbang. Mulai dari potensi wisata yang prospeknya menggiurkan,potensi hasil pertanian yang melimpah, atau mungkin kemampuan sumber daya manusia warga yang sangat kreatif. Semua menjadi peluang yang keuntungannya bukan hanya dalam bentuk uang, tetapi juga manfaat bagi masyarakat desa.

Banyaknya potensi tadi tentunya akan membuat kita sedikit kesulitan menentukan pilihan. Ya, semua ingin dilakukan. Apalagi jika ada desakan dari kelompok tertentu yang ingin usahanya menjadi prioritas. Dalam situasi seperti ini tentunya kita harus memilih. “Loh, kenapa tidak dikembangkan saj semua potensi yang ada?”‘mungkin begitu pikiran kita. Pertanyaannya adalah apakah mungkin kita bisa menjalankan beberapa kegiatan usaha di satu waktu? Mungkin bisa kalau kitapakar berbisnis. Tetapi pengusaha sukses pun menjalankan bisnis nya dengan seriu dan mulai dari satu perusahaan.

Walaupun yang akan kita bangun adalah usaha sosial yang dijalankan di desa, perlakuan yang diberikan tetaplah bisnis. Tidak kemudian dikelola seperri layaknya menjalankan organisasi massa. Kembali kepada pengertiannya adalah bahwa bisnis sosial atau sosiopreneur adalah bisnis yang tidak semata mengejar profit melainkan juga benefit atau manfaat, baik bagi pelaksana, masyarakat, lingkungan dan konsumen. Jadi dalam bisnis sosial, profit dan benefit harus menjadi tujuan. Kalau hanya mengejar benefit maka akn menjadi aktivitas philantrophy atau kerja sosial, dan jika hanya megejar profit ya, menjadi bisnis saja, tanpa manfaat.

“Fokus” menjadi kata kunci yang akan kita bahas hari ini. Kenapa harus fokus? Dalam menjalankan sebuah kegiatan usaha sebelum meraih profit, tentunya kita tahapan kegiatan yang harus dilakukan. Mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan kegiatan, hingga pemasaran. Coba bayangkan jika usaha yang dijalankan lebih dari satu, berapa banyak energi yang akan dikeluarkan? Apakah usaha tersebut akan memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan? Teman-teman mungkin akan berkata “Tinggal delegasikan saja, ini kan bisnis komunitas.” Baiklah, tetapi apakah semua aktivitas tidak akan menjadi beban pikiran, dan bagi kita sebagai pimpinan atau leader tidak akan menjadi beban?

Pemikiran bahwa bisnis komunitas dapat didelegasikan dan dikelola apa adanya inikah yang sering menjadi masalah di kemudian hari. Tidak sedikit bisnis komunitas yang berhenti di tengah jalan dan bangkrut. Tapi tidak sedikit pula bisnis komunitas di desa yang berhasil dan menjadi sumber pendapatan serta manfaat bagi masyarakat. Sebagai contoh, adalah usaha batik Lasem yang dikelola secara profesional oleh kelompok pengrajin batik, yang kemudian berkembang menjadi usaha sampingan homestay. Atau wisata Nglanggeran di Gunung Kidul, yang sekarang mulai membuka toko coklat. Masih banyak lagi kisah sukses bisnis sosial di desa yang berjalan baik, dan semua dijalankan dengan fokus.

Tentunya akan membutuhkan waktu untuk menjadikan bisnis ini berhasil. Selain fokus, banyak faktor penentu keberhasilan lainnya. Tetapi jika tidak fokus, apapun bisnis sosial yang dijalankan tidak akan memberikan hasil maksimal. Sementara kita masih dalam tahap.perencanaan, pilihlah satu jenis bisnis untuk usaha sosial kita di desa. Lakukan skala prioritas, misalnya yang melibatkan orang paling banyak, menggunakan sumberdaya ang aling melimpah di desa dan memberikan profit yang menguntungkan. Selanjutnya jalani prosesnya dan nikm

Sumber : strategidanbisnis.com

Alifattiinam-185

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "cara agar usaha desa bisa maju"