Campina Patok Harga Saham IPO Rp330 per Lembar

PT Campina Ice Cream Industry resmi mematok harga Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) di angka Rp330 per lembar.

Berdasarkan keterangan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Campina menetapkan harga saham perdana di Rp330 per lembar dengan nilai nominal Rp100. Saham tersebut akan diterbitkan pada 18 Desember 2017, dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Desember 2017.

Sebelumnya, produsen es krim ini memberikan kisaran angka harga saham perdana di angka Rp310-Rp400 per lembar dengan rencana melepas 885 juta lembar saham atau 15,04 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan.

Dengan penetapan harga saham perdana di angka Rp330 per lembar, maka perusahaan yang dikenal dengan produk es krim Hula Hula dan Concerto ini berpotensi meraup dana Rp292 miliar.

Melalui prospektus ringkas, perusahaan bakal menggunakan sebesar Rp 260 miliar untuk pelunasan utang pokok perusahaan. Utang ini baru jatuh tempo pada tahun 2021, tetapi Campina ingin melunasinya, sehingga bisa mengefisiensikan biaya bunga sebesar Rp40 miliar.

Sementara itu sisa dana hasil IPO rencananya digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan untuk mengembangkan pabrik di Surabaya.

Analis Reliance Securities Aji Setiawan dalam risetnya menjelaskan, laba bersih Campina per Juni 2017 tercatat turun menjadi Rp9,98 miliar dari Rp23,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penurunan di sebabkan oleh kenaikan beban pokok penjualan, beban penjualan dan beban umum dan administrasi yang meningkat masing-masing sebesar 10,9 persen, 3,1 persen dan 9,1 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya,” katanya.

Ia menjelaskan, Campina terus mencari inovasi dengan cara melakukan kerja sama dengan studio animasi untuk memperbarui produk es krim. Hingga saat ini perusahaan bekerja sama dengan Nickelodeon dan Disney dengan menjadi pemegang lisensi dalam berbagai produk es krim.

Aji menambahkan, Campina merupakan salah satu pemain besar dalam bisnis es krim di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Perusahaan juga memiliki jaringan distribusi yang kuat dan modern di Indonesia.

Tak hanya itu, ia menyatakan Campina memiliki kapabilitas produksi yang besar dan pengembangan produk yang tidak sedikit. Hal itu didukung pertumbuhan kelas menengah, serta peningkatan populasi usia muda dan gaya hidup kaum urban yang mengkonsumsi es krim di Indonesia.

Namun, di sisi lain Aji juga mengingatkan risiko investasi terhadap Campina.

“Ketergantungan pada bahan baku utama yaitu Skim Milk, Sugar, Chocolate, Fat Chocolate menjadi hal yang sangat penting untuk menjalani kegiatan usaha perseroan. Hal ini, akan berdampak pada margin keuntungan yang diperoleh perseroan,” katanya.

Sementara, menurut Aji, perhitungan valuasi harga saham IPO terkalkulasi estimasi harga wajar hingga 12 bulan ke depan berada di level Rp510 per lembar. Hal itu dihitung menggunakan Price To Earning Ratio (PER) atau rasio harga saham dibandingkan dengan pendapatan industri di angka 17,37 kali.

“Sehingga kami merekomendasikan neutral untuk potensi upside [kenaikan] saham perseroan yang terbatas hanya sebesar 27,35 persen dari penawaran tertinggi,” jelasnya.

 

Aurora febri shalla ayu ardila – 196

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "Campina Patok Harga Saham IPO Rp330 per Lembar"