Bisnis sewa rumah

No comment 14 views

Rumah kontrakan merupakan solusi hunian yang tokcer ketika belum memiliki rumah sendiri di awal masa kerja. Harga sewanya sendiri tidak setinggi cicilan kredit pemilikan rumah (KPR). Tapi manfaatnya jelas bisa langsung dinikmati sebagai hunian sementara sembari menabung. Karena itulah bisnis rumah kontrakan ini sangatlah menggiurkan, terutama bila lokasinya rumah yang di sewakan di area kompleks kantor atau kampus. Meski begitu, bisnis ini tidak bisa dipastikan akan selamanya mulus.

Bila kalian berniat menjalankan bisnis rumah kontrakan atau malah sekarang kalian sedang bergelut di dalamnya, harus hati-hati terhadap penyewa rumah tersebut. Bagaimana pun, rumah itu adalah milik kita. Penyewa harus bertanggung jawab untuk merawatnya, juga bayar iuran per bulannya. Berikut ini merupakan tips memilih tenan untuk rumah kontrakan:

  1. Dari mana?

Ketahui lah identitasnya melalui ktpnya atau sim atau identitas diri lainya

  1. Kerja atau kuliah? Di mana? Berapa lama?

Bila ia sudah bekerja, maka mintalah fotokopi kartu karyawannya. Bila penyewa masih kuliah, yang diminta adalah kartu tanda mahasiswa. Meski sudah ada KTP, data tambahan ini sangatlah diperlukan agar lebih menyakinkan.

  1. Bawa binatang peliharaan?

Penyewa mesti jujur apakah dia membawa binatang peliharaan masuk kedalam kontrakan. Bila kita menerapkan aturan ini maka rumah akan bebas hewan, penting sekali hal ini.

  1. Buat hunian doang?

Rumah kontrakan bisa dijadikan untuk hunian doang maupun sebagai tempat usaha. Tapi kita harus memastikan terlebih dahulu ke sang penyewa. Bila akan dijadikan sebagau tempat usaha, kita pantas pasang tarif lebih tinggi.

Pastinya kita sendiri tidak mau seorang penjahat menjadikan rumah kita sebagai markasnya. Namun susah untuk menelusuri riwayat kejahatan seseorang, kecuali kita memiliki data di kepolisian. Minimal yang dapa kita lakukan yaitu meminta surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Di surat itu tertera beberapa riwayat kriminal seseorang, jika memang dia pernah melanggar hukum. Jangan sampai kita ditegur oleh ketua RT gara-gara tidak memberikan laporan identitas penghuni. Yang lebih parah, si penyewa kabur tanpa bayar sewa dan rumah rusak lantaran tidak dirawat. Kita sendiri yang akan rugi kalau itu sudah terjadi seperti itu

 

Sumber : Difa Putra Purnama_097

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Bisnis sewa rumah"