ADEM AYEM MENJELANG PILKADA JAWA TENGAH 2018, DIKHAWATIRKAN PARTISIPASI PEMILIH MENURUN

ADEM AYEM MENJELANG PILKADA JAWA TENGAH 2018, DIKHAWATIRKAN PARTISIPASI PEMILIH MENURUN

Dinamika politik di Jawa Tengah menjelang Pilkada 2018 dinilai cenderung adem ayem dibanding dua provinsi tetangga yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Di balik adem ayemnya situasi ini ada kekhawatiran tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Jateng 2018 ini akan lebih rendah. Yang perlu diwaspadai dalam Pilkada 2018 ini adalah rasa adem ayem tersebut menjadikan masyarakat tidak akan memilih.

Melihat potensi rendahnya tingkat partisipasi pada Pilkada Jateng 2018, pihak KPU meminta semua eleman mulai dari media massa, perguruan tinggi, akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah mendorong dan memastikan seluruh warga yang memiliki hak pilih untuk datang ke tempat pemungutan suara. Pihak KPU juga berharap seluruh pemilih menggunakan hak pilihnya. Sebab menurut Teguh, tugas menyosialisasikan Pilkada Jateng 2018 tidak hanya domain KPU.

Memang sudah menjadi tugas KPU untuk diberi amanat tapi tidak semuanya. Pemeritah daerah juga bertugas untuk mensosialisasikan semua hal menegenai Pilkada yang akan segera dilaksanakan ini, apalagi parpol, sudah jelas harus membantu sosialisasi. Demikian juga dengan PDI-P sebagai partai dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD Provinsi Jawa Tengah, haruslah membantu sosialisasi untuk Pilkada mendatang. Apalagi PDI-P mempunyai kecukupan kursi untuk mengusung calonnya sendiri tanpa harus berkoalisi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Semarang Guntur Suhawan mengaku akan terus melakukan sosialisasi Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019. Pada 2018 mendatang akan dilaksanakan pemilihan gubernur (Pilgub) dan Pilkada di beberapa daerah. Sedangkan pada tahun 2019 akan digelar pemilihan legislatif (Pileg) serta pemilihan Presiden (Pilpres). Beliau menuturkan bahwa sosialisasi akan terus dilakukan sehingga tingkat partisipan pemilih untuk menentukan nasib daerahnya maupun negaranya tinggi.

Meskipun suasana adem ayem, harapan dari semua pihak terutama KPU adalah tingkat partisipan pemilih masih tinggi. Dengan sosialisasi yang gencar, diharapkan angka golput turun. Masyarakat harus sadar bahwa satu suara memengaruhi jalannya sebuah daerah. Demikian, semoga harapan-harapan tersebut dapat tercapai dalam Pilkada mendatang.

WINDA ISLAMIATI- 037

Sumber = http://regional.kompas.com

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

author
No Response

Leave a reply "ADEM AYEM MENJELANG PILKADA JAWA TENGAH 2018, DIKHAWATIRKAN PARTISIPASI PEMILIH MENURUN"