Nilai Saham RS Mitra Keluarga Turun Akibat Kasus Bayi Debora

Akhir-akhir ini banyak rumah sakit yang menolak pasien karena pasien tersebut tidak mampu membayar uang muka untuk memesan kamar inap secara langsung hingga mengakibatkan pasiennya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.
Hal tersebut seharusnya dihindari karena malah membuat citra buruk bagi rumah sakit yang bersangkutan dan memberikan efek yang merugikan pihak rumah sakit salah satunya berakibat pada penurunan nilai saham dari rumah sakit tersebut. Salah satu kasus yang tengah menjadi pemberitaan khalayak ramai saat ini adalah kasus bayi Debora Simanjorang.
Rumah Sakit Mitra Keluarga yang tengah tersandung kasus bayi Debora kini sahamnya bergerak ke zona merah pada awal pekan ini. Berdasarkan data dari RTI saham PT. Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat turun 4,27 persen atau 90 poin ke level 2.020 per saham pada Senin 11 September 2017 lalu.
Penurunan tersebut mungkin berasal dari efek kejadian meninggalnya bayi Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga. Seperti diketahui khalayak ramai bayi Debora Simanjorang yang terlambat mendapat penanganan medis dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres akhirnya meninggal dunia.
Banyak yang menyayangkan hal tersebut dimana Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres lebih mementingkan pembayaran uang muka terlebih dahulu ketimbang melakukan tindakan medis terlebih dahulu kepada bayi Debora yang saat itu tengah kritis, terutama dari pihak keluarga.
Banyak yang mengkritisi pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan hal tersebut, apapun alasannya sebenarnya tindakan menolak pasien yang tengah kritis karena tidak mampu membayar uang muka secara langsung tidak pernah dibenarkan.
Sementara itu, dari pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YKLI) menyatakan kasus meninggalnya bayi Debora merupakan cerminan atas miskomunikasi antara pihak keluarga bayi Debora dengan pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.
Sebenarnya kasus seperti bayi Debora ini tidak semustinya terjadi. Mengingat fungsi utama rumah sakit adalah sebagai tempat untuk berobat. Jangan hanya karena permasalahan uang nyawa seseorang melayang begitu saja. Jika begitu dimana fungsi rumah sakit yang sesungguhnya.

Referensi : Liputan6.com
Maratul Arifah – 151

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "Nilai Saham RS Mitra Keluarga Turun Akibat Kasus Bayi Debora"