Mebel sebagai Potensi Ekonomi Jepara

No comment 48 views

Jepara Bumi Kartini. Trus Karya Tataning Bumi.

Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi Ekonomi yang bermacam – macam. Di Jepara, obyek wisata seperti Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Pulau Panjang hingga Kepulauan Karimun Jawa menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat Jepara disamping hasil lautnya. Tetapi industri mebel Jepara adalah potensi yang paling besar karena terkenalnya seni ukir Jepara di Indonesia bahkan di kancah Internasional.

Ukiran Jepara merupakan seni ukir khas yang berasal dari Jepara. Jepara yang terkenal dengan sebutan kota ukir kini berubah menjadi kota ukir dunia setelah meningkatkan citra Jepara “ The World Carving Center “ karena produk – produk ukir Jepara sudah sangat terkenal penyuka seni ukiran Jepara dari berbagai negara

Negara tujuan ekspor mebel ukiran Jepara tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi 113 dengan jumlah eksportir sebanyak 296 pengekspor. AS merupakan negara tujuan ekspor terbesar Jepara.

Kerajinan Mebel dan Ukir Jepara ini tersebar merata hampir di seluruh kecamatan di Jepara dengan keahlian masing – masing. Namun sentra perdagangannya terlekat di wilayah Ngabul, Senenan, Tahunan, Pekeng, Kalongan dan Pemuda.

Ukiran Jepara memiliki keunggulan sehingga ukiran Jepara terkenal dan digemari karena jika dicermati, motif ukiran Jepara pasti selalu berubah – ubah mengikuti tren yang berkembang saat ini, jadi motifnya tidak monoton itu – itu saja, dengan kata lain motif Jepara selalu mengikuti zaman.

Untuk menciptakan motif ukiran yang baik dan menarik tidaklah mudah. Pengerajin harus mempunyai jiwa seni yang tinggi. Untuk itu pengukir membutuhkan keahlian dan talenta yang tinggi. Tidak sedikit orang yang belajar mengukir berhenti di jalan karena untuk benar – benar menguasai seni mengukir membutuhkan waktu yang cukup lama. selain itu, kreativitas dari si pengukir juga sangat diperlukan untuk menciptakan motif ukiran yang selalu inovatif.

Sayangnya jumlah pengerajin atau seniman ukir di Jepara mulai menurun. Hal ini dikarenakan para remaja tidak terlalu suka atau pun tidak terlalu berminat untuk menggeluti dunia seni mengukir. Selain itu, tingkat kesusahan dalam mengukir juga menjadi kendala jika mereka yang belajar tidak mepunyai kesabaran yang ekstra.

 

Gana Aytullah Majid_101

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Mebel sebagai Potensi Ekonomi Jepara"