Surat Berharga RI Dikuasai Investor Lokal

No comment 99 views

Mahasiswa.me-Investor lokal ataupun investor domestik kini menggenggam mayoritas surat berharga dari Republik Indonesia. Tidak hanya saham, akan tetapi juga surat berharga lain seperti obligasi.

Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengatakan, secara keseluruhan investor lokal mempunyai 51,9 persen surat berharga yang disimpan di KSEI.

Dalam acara Underwriting Network di Kuta Bali, pada hari Minggu tanggal 12 Maret 2017 Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa Untuk kepemilikan ini good news-nya per akhir Februari kemarin kepemilikan lokal itu telah mendominasi di kepemilikan surat berharga di Indonesia yang disimpan KSEI. Tidak cuma saham, obligasi, dan lain-lain itu 51,9 persen.

Beliau menuturkan bahwa, maraknya investor lokal mempunyai surat berharga tersebut lantaran Self Regulation (SRO) yang meliputi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan KSEI aktif meelakukan sosialisasi. Alhasil, pemodal lokal berbondong-bondong memburu surat berharga Indonesia.

Tak sebatas itu saja, ini juga disebabkan oleh Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty. Itu menyebabkan data investor menjadi terbuka. “Dan karena tax amnesty,” ujar dia.

Tito Sulistio, Direktur Utama BEI mengatakan bahwa tax amnesty mendorong investor membuka data surat berharganya. Tax amnesty ini berkaitan langsung dengan transparansi. “Ini transparansi dari tax amnesty,” ungkap Tito.

Apabila ditinjau dengan melihat data KSEI berdasarkan jumlah aset, tercatat aset investor lokal mencapai Rp 1.886,49 triliun pada Februari 2017. Angka ini juga lebih tinggi dari Februari 2016 sebesar Rp 1.283 triliun.

Sedangkan aset investor asing sudah mencapai Rp 1.751,04 triliun pada Februari 2017 dari posisi Februari 2016 sebesar Rp 1.751,89 triliun. (K-10).

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Surat Berharga RI Dikuasai Investor Lokal"