Contoh Kasus Hukum Bisnis

No comment 5930 views

mahasiswa.me – Kasus hukum bisnis kali ini membahas mengenai kasus Prita Mulyasari melawan RS Omni Internasional. Yang mana Prita ini tak lain adalah mantan pasien dari RS Omni Internasional yang mengeluhkan pelayanan di RS tersebut. Priya Mulyasari pun menyebarluaskan keluhan dan kekecewaannya dengan RS Omni Internasional ke berbagai media yaitu elektronik dan juga ke media social internet. Karena perbuatannya tersebut, pihak RS Omni merasa geram, merasa pihaknya dirugikan dan menganggap Prita mencemarkan nama baik RS Omni Intersional. Kemudian pihak RS Omni memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Selanjutnya kasus Prita menjadi kasus perdata sejak UU No. 11 tahun 2008tentang Informasi dan Transaksi Elektronik disahkan.

Apa yang dialami dan yang terjadi oleh Prita merupakan contoh buramnya implementasi UU perlindungan konsumen. Kasus penahanan Prita bisa disebut potret tidak seimbangnya bargaining position antara produsen dan konsumen, yang mungkin tidak hanya terjadi pada bidang kesehatan. Ketidakseimbangan posisi tawar ini kemudian berdampak pada perilaku usaha, baik produsen maupun konsumen. Produsen akan menggunakan segala kekuatannya demi kepentingan bisnis mereka, konsumen akan mencari upaya yang paling memungkinkan untuk menyampaikan keluhannya.

Beberapa kasus dalam dunia bisnis di Indonesia seperti malpraktek justru menyudutkan konsumen kesehatan pada posisi yang sangat lemah, terlebih dengan keluarnya UU ITE. Upaya perlindungan konsumen seharusnya jangan dilakukan setengah-setegah tetapi perlu didukung dengan SDM yang kapabel dan akuntabel sehingga jauh dari budaya suap dan tameng pencemaran nama baik. Prosedur hukum harus dijalankan sesuai peraturan perundangan, dengan arif dan bijaksana sehingga peradilan di negara hukum ini mencerminkan adanya keadilan. Perlu bantuan hukum dari para konsultan hukum yang relevan yakni bagaimana caranya supaya sebagai konsumen, Prita memperoleh upaya hukum dan keadilan yang layak, sehinggga tidak semena-mena Pasal 27 (3) UU ITE dan KUHP menjeratnya. Sebagai media pembelajaran sosial, seharusnya keluhan diajukan kepada yang berwenang menangani yaitu seperti LSM bidang kesehatan atau YLKI.

UU perlindungan konsumen mengggaris bawahi bahwa perlidungan konsumen dimaknai sebagai upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen, bahkan konsumen berhak mendapat informasi yang benar, jelas, adanya hak mengeluh dan mendapat perlindungan hukum. Dengan begitu dari contoh kasus hukum bisnis di Indonesia terkait perlindungan konsumen dapat dianalisa apakah sudah selaras antara seharusnya dan senyatanya,

 

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Contoh Kasus Hukum Bisnis"