SEMINAR INTERNASIONAL UNWAR : BIOMASA MAMPU MENDUKUNG PERTANIAN SECARA BERKELANJUTAN

Mahasiswa.me – Universitas Warmadewa ( Unwar ) menyelenggarakan berbagai seminar Internasional guna meningkatkan iklim akademik bagi para mahasiswanya. Sebagai contoh, pada hari kamis kemarin, yaitu tanggal 29 Desember 2016, Fakultas Pertanian ( FP ) Unwar mengundang dosen senior dari Villanova University AS, Justinus A. Satrio, Ph.D. Beliau memberikan kuliah umum soal pertanian. Disana, beliau memaparkan tentang teknologi biomassa yang berguna untuk mendukung pertanian secara berkelanjutan (holistics approaches in developing for successful commercial utilization for biomass for producing bio based products ).

Kedatangan Justinus ini, dapat membuka pintu bagi Unwar untuk bekerja sama dengan Villanova University yang berfokus pada bidang tehnik dan engineering. Apalagi Villanova University masih bertetangga dengan Maharishi University of Management ( MUM ) yang sudah terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan Unwar. Rektor Unwar, yaitu Prof Dewa PutuWidjana mengungkapkan bahwa dirinya bangga bisa mendatangkan peneliti muda asal Indonesia yang juga berpengaruh di AS. Tujuan lain dilaksanakannya seminar Internasional ini adalah menambah wawasan bagi mahasiswa dan dosen dalam penelitian biomassa. Biomasa dikatakan akan menjadi potensi masa depan bagi Indonesi. Juga selain itu untuk mengetahui tentang tips dan strategi menembus beasiswa S2 di AS berdasarkan pengalaman beliau.

Pada acara ini, Justinus A. Satrio yang merupakan seorang ahli dalam tehnik kimia mengaku bahwa terdapat banyak kesempatan untuk meraih beasiswa di AS, hanya saja, sayangnya orang Indonesia tidak mengambil kesempatan tersebut. Beliau mengatakan, Indonesia sangat potensial dalam biomassa untuk dijadikan sebagai produk – produk Unggulan dalam pertanian berkelanjutan. Apalagi mengetahui penduduk dunia yang selalu meningkat, sementara SDA lebih banyak digunakan oleh Negara yang sedang berkembang, akibatnya, kita menjadi semakin banyak memerlukan energy.

Kebutuhan paling utama Negara adalah bahan bakar dan produk pertanian. Pembakaran energy ini akan menghasilkan emisi karbon. Bahkan dari hasil penelitian, menunjukan bahwa dunia menghasilkan 8 milian ton emisi karbon setiap tahun, dengan rincian 2 miliar ton diserap oleh laut, 4 miliar ton oleh pohon, sementara sisanya, diserap ke udara, yaitu atmosfer.

Bahkan, menurut perkiraan dari para ahli, pada tahun 2050 kelak, dunia akan menghasilkan 16 miliar ton emisi karbon. Beliau juga mencontohkan jika dunia memerlukan bensin untuk transportasi, sehingga masyarakat dunia tergantung dengan bahan bakar cair. Sementara itu, efisiensinya cenderung masih lemah, yaitu hanya 40% yang digunakan sementara sisanya 60% dibuang percuma. Sementara hanya sedikit yang menggunakan biomassa.

Saat ini, hampir semua kebutuhan manusia terbuat dari karbon. Sebagian komunitas banyak menggunakan karbon terbarukan. Pertanian sebagai salah satu potensi pendukung bio ekonomi, hal ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan juga meningkatkan nilai tambah pertanian sehingga dapat memajukan perekonomian di pedesaan. Dikatakan bahwa sumber bio ekonomi adalah biomassa , dimana sumber energinya berasal dari matahari, tanaman, pertanian maupun Limbah. Biomasa mampu dijadikan bahan bakar, dan yang menjadikannya penting untuk dikembangkan yaitu karena sumbernya dari karbon yang terbarukan. Jadi, dengan tehnik biomasa ini, kita tidak akan menambah CO2 ke udara.

C-K(9)

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

author
No Response

Leave a reply "SEMINAR INTERNASIONAL UNWAR : BIOMASA MAMPU MENDUKUNG PERTANIAN SECARA BERKELANJUTAN"