Kembalinya Kaum Nabi Musa as. Pada Ajaran Sesat

Mengenai siapakah samiri, telah dikisahkan pada kisah yang lalu. Hal itu menjadi peringatan bagi kita bahwa kekuatan syaitan masih memperdaya kita. Kisah kedatangan Samiri dengan misis untuk megembalikannya ajaran nenek moyang kepada kaum Nabi Musa.

Pada awalnya, Nabi Musa telah berhasil mengajak kaum Bani Israel untuk kembali poda ajaran Alah SWT. Pada suatu ketika, saat Musa harus pergi ke gunung Thur untuk memenuhi janji yang telah Allah tetapkan baginya, ia memanggil Harun dan diberinya sebuah tanggungjawab dalam bentuk: “Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku dan perbaikilah. Dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. Al A’raaf : 142). Namun, ketika Nabi Musa meninggalkan umatnya sebentar hanya beberapa hari saja, Samiri datang dan membelokkan ajarannya hingga akhirnya bani Israel meninggalkan ajaran Nabi Musa dan kembali menyembah patung anak sapi. Setelah Nabi Musa kembali, ia merasa kecewa karena umatnya tersesat kembali.

Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan perhiasan (emas)  mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang lalim.

Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah tersesat, mereka pun berkata: “Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raaf: 148-149)

Itulah yang menjadi karakter Bani Israel, yang hampir tidak pernah lurus satu langkah pun melainkan sudah bengkok kembali dan menyimpang dari jalan yang sebenarnya. Hampir tidak pernah meningkat pemahaman mereka dalam beraqidah, serta sangat mudah berbalik dari ajaran saat pengarahan dan pembinaan terhadap mereka berhenti sebentar.

Mereka begitu mudah terpengaruh saat Samiri menyihir patung sapi tersebut dan dapat berbicara. Dengan berbondong-bondong menghampiri patung tersebut serta sangat khusyu mendengar semua yang disampaikan oleh Samiri, “Ini adalah tuhan kamu dan tuhan Musa, di mana Musa pergi menemuinya selama beberapa waktu itu, lalu Musa lupa terhadap janji dengannya.”. Samiri kemudian melanjutkan perkataanya kepada kaum Bani Israel, “Musa telah melupakan janjinya untuk bersama Tuhannya, maka inilah Tuhannya!”

Mereka tidak ingat pesan nabi mereka sebelumnya agar mereka hanya menyembah Tuhan mereka saja yang tidak terlihat oleh mata yaitu Tuhan semesta alam, dan mereka tidak mau memikirkan hakikat patung anak sapi yang dibuat oleh seorang dari mereka.

Hai ini adalah gambaran yang hina tentang sikap dan tindakan manusia yang direfleksikan oleh Bani Israel itu. Sebuah gambaran yang dilukiskan secara menakjubkan oleh Alquran yang dihadapkannya kepada kaum musyrikin di Makkah yang menyembah berhala.

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Kembalinya Kaum Nabi Musa as. Pada Ajaran Sesat"