Kasus Suap Bupati Klaten Terendus, Pakai Politik Uang Syukuran

Mahasiswa.me – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap  tangan (OTT) terhadap Sri Hartini Bupati Klaten bersama tujuh orang lainnya terkait kasus suap promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK berlangusng pada hari Jumat (30/12/2016).

Kronologi operasi tangkap tangan(OTT)  tersebut, dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB dimana KPK berhasil mengamankan SKN dikediamannya di Jalan Trucuk. Dari SKN, penyidik mengamankan uang sekitar Rp. 80 juta. Dan sekitar pikul 10.45 WIB para petugas KPK langsung bergerak menuju rumah dinas Bupati Klaten. Di rumah dinasnya, tim KPK berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga terkait dalam kasus suap tersebut termasuk Sri Hartini (Bupati Klaten) dan mengamankan uang senilai Rp. 2 milliar dalam pecahan rupiah dan 5.700 USD serta 2.035 dollar Singapura. Selain uang, terdapat juga buku berisi catatan penerimaan uang yang berasal dari PNS di lingkungan Pemkab Klaten yang diduga uang tersebut sebagai promosi jabatan. Dengan ini total KPK berhasil mengamankan delapan orang dalam operasinya.

Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dalam keterangan persnya di Gedung KPK mereka diantaranya Bupati Klaten sendiri berinisial SHT, kemudian SUL (PNS), NP (PNS), BT (PNS), SLT (PNS), PW (staf honorer), SKN (swasta), SNS (swasta).

Kasus suap ini diduga dengan motif untuk mendapatkan posisi atau jabatan tertentu, dimana KPK sendiri mendapatkan laporan dari masyarakat. Dengan menyamarkan transaksi, mereka menggunakan “uamh syukuran” sebagai kode uang pemeberian yang sebetulnya untuk promosi jabatan. Pemberian ini pun telah diselidiki dan berhubungan dengan promosi dan pengisian jabatan dalam kaitannya pengisian susunan organisasi dan tata kerja organisasi perangkat daerah yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Dan kini SHT (Bupati Klaten) bersama SUL (PNS) resmi menyandang status sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan oleh KPK selama 1×24 jam sekaligus untuk meningkatkan status perkara tersebut ke penyidikan. Sedangkan untuk enam lainnya telah diamankan dan berstatus sebagai saksi.

Laode menambakan, kedua tersangka itu diduga telah menerima suap dan dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tipikor nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan jika kedua tersangka telah dibawa ke Rutan dan mendapat penahanan. Untuk SHT sendiri penahanan dilakukan di rutan negara kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Sedangkan untuk SUL ditahan di rutan guntur. Masa penahanan tersebut yaitu untuk 20 hari ke depan terhitung sejak 31 Desember 2016 samapi 19 Januari 2017. (B-1)

Sumber : merdeka.com

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "Kasus Suap Bupati Klaten Terendus, Pakai Politik Uang Syukuran"