Gerilyawan di Damaskus Gunakan Diesel Untuk Mencemari Sumber Mata Air

Mahasiswa.me – Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Tak ada satu pun orang di dunia ini yang tidak membutuhkannya. Ya tentu saja, untuk mengolah makanan, untuk minum, untuk mandi dan masih banyak lagi lainnya. Bayangkan saja jika di dunia ini tidak ada air? Apa mungkin manusia akan tetap hidup? Tentu saja tidak, kecuali jika Tuhan memang berkehendak lain atas kehidupan kita.

Ketersediaan air di dunia ini memang kadang tidak sesuai porsi, terutama air untuk minum. Begitu pula yang terjadi di Damaskus. Ibu Kota Suriah ini diketahui telah kehabisan stok air minum selama tiga hari belakangan. Bukan karena kemarau panjang ataupun kekeringan, namun menurut pemerintah habisnya air minum di Damaskus ini karena sumber air yang memasok kota tersebut telah dicemari oleh para gerilyawan. Namun belum bisa dipastikan apakah hal itu benar ataupun tidak.

Hal itu diperkuat pula dengan pernyataan yang disampaikan oleh Dinas Pemasok Air Kota Damaskus bahwa serangan para gerilyawan telah ditujukan ke semua sumber air yang memasok Ibu Kota Suriah tersebut dan daerah di sekitarnya. Adanya pencemaran air minum ini tentu sangatlah merugikan dan menganggu kehidupan warga Damaskus. Bahkan untuk saat ini, cadangan air telah digunakan oleh Pemerintah Lokal dengan mengandalkan sumur cadangan dalam memenuhi kebutuhan air untuk lebih dari lima juta orang di kota tersebut. Mereka meyakini bahwa kondisi ini tidak akan berlangsung lama, karena dalam beberapa hari ke depan pasokan air minum akan lebih baik dan kembali normal lagi.

Al-Watan yang merupakan harian pro-pemerintah menyatakan bahwa para gerilyawan yang berada di bagian barat laut Damaskus tepatnya di daerah Wadi Barada dan Ain Al-Figeh telah menggunakan bahan bakar berupa diesel sebagai alat untuk mencemari air minum. Tentu saja hal itu menimbulkan kemarahan tersendiri bagi warga Damaskus. Sumber air minum yang sangat mereka butuhkan telah dicemari hingga akhirnya mereka kekurangan pasokan air.

Gerilyawan di Suriah diduga memiliki hubungan dengan Al-Qaida dalam mencemari air minum di Damaskus. Militer Suriah pun telah gencar melakukan pengeboman pada gerilyawan di Ain Al-Figeh yang dianggap telah menimbulkan berbagai permasalahan rumit bagi warga. Bahkan, mereka telah mempersiapkan pendukung untuk tahap kedua operasi militer di sana. Sebenarnya telah dilakukan berbagai cara untuk mewujudkan perujukan antara para gerilyawan dengan pemerintah agar tidak ada lagi pemberontak di negara itu. Namun sepertinya hal ini tidak berhasil.

Sedikitnya ketersediaan air minum di Kota Damaskus ini membuat para pejabat di lembaga pemasok air mengumumkan satu rencana darurat yaitu dengan memberlakukan sistem pemberian air sebanyak 30 hingga 35 liter per hari bagi warga kota. Jumlah yang sangat sedikit untuk memenuhi semua kebutuhan selama satu hari penuh. Air Sungai Barada pun telah dialihkan alirannya oleh gerilyawan agar tidak tidak sampai ke ibu kota. Mereka juga telah memasang perangkat di semua sumber mata air. Hal ini mereka lakukan sebagai ancaman agar pemerintah bisa segera menghentikan serangan terhadap para gerilyawan di Kota Damaskus. (B-3)

Sumber : antaranews.com

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "Gerilyawan di Damaskus Gunakan Diesel Untuk Mencemari Sumber Mata Air"