AS-Filipina Diminta Jauhi Pulau Sengketa Laut China Selatan

Rodrigo DuterteMahasiswa.me – MANILA – Presiden Filipina yang dikenal oleh warga Filipina tidak lain dan tidak bukan bernama Rodrigo Duterte meminta agar Menteri Pertahanan Filipina untuk cepat memindahkan lokasi latihan perang Angkatan Laut milik Filipina dan juga Amerika Serikat (AS) untuk menjauh dari wilayah sengketa di Laut China Selatan. Permintaan Rodrigo Duterte ini telah muncul seiring dengan adanya langkahnya untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara yaitu Filipina dengan China.

Negara Filipina saat ini telah memutuskan untuk mengusahakan dan mengurangi banyaknya jumlah latihan perang atau manuver militernya dengan Amerika Serikat (AS). Rodrigo Duterte  saat ini bahkan menginginkan sebuah manuver gabungan itu untuk segera diakhiri dan disudahi.

Menteri Pertahanan Filipina yang dikenal dunia bernama Delfin Lorenzana kepada seorang wartawan di saat berlangsungnya sebuah upacara militer pada hari Jumat tanggal 30 Desember 2016, mengatakan bahwa Rodrigo Duterte memintanya untuk mencari sebuah lokasi baru untuk digunakan dalam latihan perang negara Amerika Serikat (AS) dan juga negara Filipina.

”Kami di sini sangat mungkin untuk memindahkan latihan (perang) angkatan laut yang pada saat ini masih menghadap Laut China Selatan ke daerah Mindanao untuk menghindari suatu gangguan kepada para tetangga kami, jadi di sini mari kita saling menjadi sensitif dengan tetangga sekitar,” katanya mengacu pada China, seperti yang telah dikutip oleh Reuters.

Rodrigo Duterte telah mengunjungi Beijing pada bulan Oktober 2016 lalu di saat hubungan Filipina dan juga Amerika Serikat (AS) bermasalah dan berseteru pada saat itu. Duterte saat itu juga mengumumkan bahwa dia melonggarkan sebuah ikatan yang dilakukan mereka dengan Washington, yang telah memberikan banyak sekali bantuan militer dengan jumlah uang hampir sebanyak USD 800 juta sejak tahun 2002 silam.

Hubungan antara China dan juga Filipina pernah mengalami ketegangangan pada tahun 2013 lalu ketika pada saat itu Manila mengajukan sebuah gugatan kepada Pengadilan Internasional di Den Haag terkait klaim negara China terhadap sebagian besar wilayah Laut China Selatan. Kawasan tersebut saat itu juga diperebutkan oleh banyak negara – negara sekitar yaitu negara Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan juga Vietnam.

Pengadilan Tetap Arbitrase akhirnya memutuskan bahwa klaim China atas kawasan Laut China Selatan tidak dianggap sah. Tetapi, China merasa kaget dan menolak putusan itu.

Duterte akhirnya juga menegaskan bahwa dia ingin sekali menghindari konfrontasi dengan negara China. Pemimpin Filipina saat ini tersebut justru malah menginginkan membangun sebuah aliansi bersama dengan China dan juga Rusia.

 

(B – 2)

Sumber: http://international.sindonews.com/

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "AS-Filipina Diminta Jauhi Pulau Sengketa Laut China Selatan"