Denda Rp142 juta Bagi Tenaga Profesional Penyembuh Gay

Denda Rp142 juta Bagi Tenaga Profesional Penyembuh Gay

LGBT adalah nama lain atau kepanjangan dari lesbian, gay, biseksual dan transgender. Kalian tentu sudah mengetahui arti dari masing-masing kata itu bukan? Komunitas ini merupakan komunitas yang dilarang di beberapa negara Islam atau negara dengan penduduk yang mayoritas agamanya Islam. Meskipun begitu, komunitas LGBT ini terus melakukan gerakan agar apa yang mereka lakukan itu menjadi legal atau sah. Karena semua manusia pada hakekatnya memiliki hak yang tidak bisa diganggu gugat. Bagi orang dengan kondisi seksual yang normal, komunitas ini dianggap menakutkan. Namun bagi mereka yang tergabung dalam komunitas LGBT, kelainan seksual yang mereka rasakan dan lakukan merupakan suatu keistimewaan. Bahkan mereka akan terus memperjuangkan hak mereka untuk tetap diperbolehkan atau yang lebih tepat dilegalkan.

Di beberapa negara seperti Indonesia komunitas ini tampak dijauhi karena dianggap melangggar aturan agama. Bagi orang yang telah terlanjur memiliki kelainan seksual ini, mereka akan diusahakan untuk diobati atau disembuhkan. Karena ini bukanlah suatu hak atau pun kebebasan melainkan suatu penyakit / kelainan / ketidakwajaran.

Namun taukah Anda bahwa di beberapa negara, penyembuhan bagi kaum LGBT ini justru dilarang. Apakah Anda tau alasannya? Tentu karena menurut mereka ini akan melanggar hak seseorang. Negara yang memiliki undang-undang tentang pelarangan penyembuhan LGBT adalah Malta.

Malta merupakan negara pertama di Eropa yang memiliki hukum pelarangan penyembuhan terhadap kaum gay (pria penyuka sesama jenis). Bahkan di negara ini diberlakukan pula undang-undang yang menyatakan barang siapa mengubah orientasi seksual, ekspresi dan identitas jender seseorang akan dikenakan denda dan hukum pidana (penjara). Ekstrim bukan? Para tenaga profesional yang tetap nekat melakukan terapi penyembuhan terhadap kaum gay akan dikenakan denda hingga 10.000 euro atau jika dirupiahkan akan bernilai Rp 142.000.000,00. Nominal yang cukup fantastis dan mungkin akan ditakuti oleh para tenaga profesional penyembuh kaum gay.

Negara ini memberlakukan undang-undang pelarangan terhadap penyembuhan kaum gay karena mereka menganggap tidak ada orientasi seksual dan ekspresi serta identitas jender yang termasuk dalam suatu gangguan atau penyakit maupun kelainan. Ini semua hanyalah pilihan hidup bagi manusia. Mereka bebas menentukan akan seperti apa hidup mereka. Itu adalah hak dan tidak boleh ada stupun orang yang mengubah dan mengganggu hak mereka. Menyembuhkan mereka dari pilihan hidup yang telah dipilih dianggap sebagai suatu penghinaan. Lalu bagaimana menurut Anda? Setuju atau tidak setuju?

Tentukan pilihan hidup Anda sekarang! (B-3)

 

Sumber: bbc.com

 

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

No Response

Leave a reply "Denda Rp142 juta Bagi Tenaga Profesional Penyembuh Gay"