Sejarah Rivalitas: Kebencian Fans Liverpool dan Leeds United terhadap Fan Manchester United

Liverpool Chelsea Arsenal Manchester United

Liverpool Chelsea Arsenal Manchester United 

 

Bukannya berselisih saat berhadapan, fans Liverpool dan Leeds United malah kompak menyanyikan lagu anti Manchester United. Lagu anti MU itu dinyanyikan saat kedua tim kesayangan mereka berjumpa di ajang perempatfinal Piala Liga Inggris di Anfield

 

Nyanyian atau yang biasa disebut ‘chants’ merupakan ciri khas suporter sepakbola di penjuru dunia. Berbentuk nyanyian atau sorak penonton sebagai bentuk dukungan atas klub yang mereka bela. Tak jarang juga lirik yang terlontar bersifat ejekan ke tim lawan.

 

Hal itu terjadi ketika laga perempat final Piala Liga mempertemukan Liverpool kontra Leeds United di stadion Anfield Rabu (30/11/2016) dini hari WIB.

 

Laga yang seharusnya panas antar kedua belah pihak, karena hasil akhir akan mengantarkan salah satu dari mereka melaju ke semifinal.

 

Kedua kubu suporter malahan kompak lantunkan chants anti MU. Dengan lirik ‘Stand up if you hate Man U’ atau ‘berdirilah jika anda benci MU’.

 

Chants anti MU yang terlontar di laga tersebut beralasan jika melihat rivalitas sejarah dari Liverpool dan Leeds United terhadap MU.

Liverpool vs Manchester United: Perseteruan berlatar ekonomi

 

Perseteruan antar kubu Liverpool dengan MU bermula bukan pada lapangan sepakbola. Akhir abad ke-18 adalah titik sumber api yang kemudian menyorot ke dalam lapangan sepakbola. Kala itu kedua kota adalah cerminan simbiosis mutualisme dimana Liverpool sebagai kota pelabuhan yang menyalurkan hasil industri Manchester yang di waktu bersamaan merupakan puncak daripada revolusi industri tanah ratu Elisabeth.

 

Para pelaku industri Manchester menyalahkan jasa pendistribusian Liverpool yang dinilai pasang tarif tinggi terhadap produk-produk mereka. Kecewa dengan kebijakan Liverpool, pemerintah kota Manchester membangun pelabuhan sendiri untuk mendistribusikan hasil industri kotanya ke seluruh dunia.

Sontak pendapatan kota dan penduduk Liverpool anjlok. Dimulai dari sini aroma kebencian timbul terhadap kedua belah pihak.

 

Dalam urusan sepakbola, Liverpool lebih dulu besar ketimbang rivalnya sekitar pertengahan abad ke-19 walaupun MU merupakan tim Inggris pertama yang memenangkan Piala Liga Champions pada tahun 1968.

 

Liverpool memasuki era kejayaannya pada 1970-an dibawah kepemimpinan pelatih legendaris Bill Shankly dan berubah menjadi raksasa sepakbola Inggris maupun Eropa.

 

Era kejayaan tersebut masih diteruskan oleh Bob Paisley, Joe Fagan, serta kenny Dalglish hingga tahun 1990-an dengan memenangkan 11 gelar Liga Inggris plus empat trofi Liga Champions.

 

Sementara dari Manchester United kejayaan mereka muncul sejak Sir Alex Ferguson melatih klub tersebut. Hingga pada 26 tahun kariernya bersama MU, Fergie mempersembahkan sekitar 37 gelar yang dilakoni Manchester United.

 

Sejak itulah rivalitas kedua klub terus hidup dengan fans dan pemain sebagai pupuk yang senantiasa melestarikannya.

 

 

 

Leeds United vs Manchester United: Roses Rivalry

 

Sementara sejarah panjang rivalitas yang terbentuk antara Leeds United dengan Manchester united mengacu pada perang abad ke-15 yang disebut Wars of the Roses alias ‘Perang Mawar’. Wilayah Lancashire yang sebagai basis United dan Yorkshire yang merupakan basis Leeds.

 

Rivalitas ini kemudian dikenal dengan sebutan Roses Rivalry.

 

Namun memasuki ranah sepakbola, pemantik perseteruan justru tentang ada atau tidaknya loyalitas pemain terhadap klub yang ia bela. Berawal dari transfer fenomenal McQueen yang memutuskan hijrah setelah sebelumnya menyatakan tidak akan hengkang dari Leeds. Hal ini sontak membuat fans Leeds murka terlebih MU yang semakin berada diatas awan dan Leeds yang semakin terbenam.

 

Kejadian berulang ketika Eric Cantona yang berhasil membawa Leeds juara Liga memutuskan hijrah ke MU dan kemudian menjadi legenda Manchester United sekaligus dijuluki sebagai King Eric.

Tidak heran bila pada laga Liverpool kontra Leeds United pada perempatfinal EFL Cup dengan kompak menyerukan bait-bait anti Manchester United.(D-6)

Ayo Bagikan!Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Sejarah Rivalitas: Kebencian Fans Liverpool dan Leeds United terhadap Fan Manchester United"